Global Variables

Rabu, 25 April 2012

MACAM-MACAM GERHANA

Gerhana
A.    Pendahuluan
Gerhana atau eclipse (inggris) berasal dari kata bahasa yunani Ekleipsis,  yang berarti peninggalan, yang menunjukkan betapa orang-orang zaman dahulu takut terhadap fenomena ini. Sewaktu matahari ataupun bulan lenyap dari pemandangan, hal ini tampak benda langit itu sungguh-sungguh meninggalkan ummat manusia. Gerhana, seperti komet, disangka merupakan tanda-tanda kurang baik atau bencana.
Kita sekarang mengetahui bahwa fenomena itu dapat dijelaskan dengan sempurna secara logis sebagai berikut : Semua benda langit yang berada di sekitar Matahari dan di terangi olehnya, masing-masing mempunyai bayangan yang menjulur ke dalam ruang angkasa, jauh dari matahari. Fenomena gerhana secara umum adalah suatu peristiwa jatuhnya bayangan benda langit ke benda langit lainnya, yang kadangkala benda langit tersebut menutupi seluruh piringan matahari, sehingga benda langit yang  kejatuhan bayangan benda langit lainnya, tidak bisa  menerima sinar matahari sama sekali.
Fenomena gerhana ini sudah lama diamati oleh manusia, dan mereka menamakan fenomena ini tergantung dari benda langit yang tertutupi. Dimana jika bayangan bulan jatuh pada permukaan bumi sehingga matahari tertutupi oleh bulan, mereka menamakan kejadian ini dengan Gerhana Matahari seperti yang akan terjadi pada tanggal 26 Januari 2009. Jika bayangan bumi jatuh pada bulan sehingga bulan tertutupi (bumi menghalangi cahaya matahari ke arah bulan), mereka menamakan kejadian ini dengan Gerhana Bulan seperti yang akan terjadi pada tanggal 5 Mei 2004. Dan jika bayangan sebuah planet jatuh di bumi dinamakan Transit seperti transit planet Venus yang akan terjadi pada tanggal 8 Juni 2004, hanya saja bayangan venus tidak mencapai permukaan bumi.
B.     Pengertian Gerhana
Gerhana, dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah “Eclipse” dan dalam bahasa Arab dikenal dengan “Kusuf” atau “Khusuf”. Pada dasarnya istilah Kusuf dan Khusuf dapat dipergunakan untuk menyebut gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Hanya saja kata “kusuf” lebih dikenal untuk menyebut gerhana matahari, dan kat “Khusuf” untuk gerhana bulan.[1]
Kusuf  berarti “menutupi”. Ini menggambarkan adanya fenomena alam bahwa (dilihat dari bumu) bulan menutupi matahari, sehingga terjadi gerhana matahari. Sedangkan Khusuf berarti “memasuki”, menggambarkan adanya fenomena alam bahwa bulan memasuki bayangan bumi, sehingga terjadi gerhana bulan.
Dengan Padanan kata bahasa Inggris eclipse atau ekleipsis dalam bahasa latin. Istilah ini dipergunakan secara umum baik untuk gerhana matahari maupun gerhana bulan. Namun, dalam penyebutannya terdapat dua istilah, yaitu eclipse of the sun untuk gerhana matahari dan eclipse of the moon untuk gerhana bulan. Serta digunakan pula istilah solar eclipse untuk gerhana matahari dan lunar eclipse untuk gerhana bulan. Sedangkan dalam bahasa sehari-hari, kata gerhana dipergunakan untuk mendeskripsikan keadaan yang berkaitan dengan kemerosotan, kehilangan (secara total atau sebagian), kepopuleran, kekuasaan serta kesuksesan seseorang, kelompok atau negara. Gerhana dapat pula dikonotasikan sebagai kesuraman sesaat (prediksi baik berulang ataupun tidak) dan masih diharapkan bisa berakhir. Dari berbagai istilah tersebut, istilah berbahasa Arab lah yang paling mendekati pada pengertian sebenarnya,  di mana khusuf berarti memasuki. Maka, khusuf al-qamar menggambarkan bulan memasuki bayangan bumi. Sehingga bumi berada di antara bulan dan matahari atau yang dikenal dengan oposisi atau istiqbal, pada waktu itulah terjadinya gerhana bulan. Oleh karena itu, dalam ilmu astronomi, fenomena gerhana diartikan sebagai tertutupnya arah pandangan pengamat ke benda langit oleh benda langit lainnya yang lebih dekat dengan pengamat merupakan simpel fenomena fisik gerhana yang diketahui oleh masyarakat luas. [2]
Gerhana menurut istilah Ensiklopedi Hisab Rukyah adalah peristiwa yang terjadi akibat terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda lain.[3] Contoh yang umum dilihat ialah gerhan Matahari yang terjadi akibat terhalangnya cahaya matahari oleh permukaan bulan, sedangkan gerhana Bulan terjadi akibat terhalangnya cahaya bulan oleh matahari.
Terjadinya gerhana adalah karena sifat dari pergerakan benda langit berupa bumi dan bulan dalam posisinya terhadap matahari. Kita mengetahui bahwa bumi ini bulat dan berada di angkasa. Ia beredar mengelilingi matahari sambil berputar pada sumbunya. Lama bumi mengelilingi matahari adalah satu tahun atau tepatnya 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik (356,24220 hari). Lama bumi berputar pada sumbunya rata-rata 24 jam (sehari semalam). Perjalanan keliling bumi mengitari matahari itu bentuknya elips. Lingkaran lintasan keliling bumi mengitari matahari itu disebut ekliptika (dā’irah al-burūj).
Bersamaan dengan bumi beredar mengelilingi matahari, bulan beredar mengelilingi matahari. Lama perjalanan bulan mengelilingi bumi dalam satu putaran sinodis adalah satu bulan atau rata-rata 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik (29,530588 hari).[4] Jadi dalam satu kali bumi mengelilingi matahari, terjadi 12 kali bulan mengelilingi bumi. Saat ketika bulan dalam perjalanan kelilingnya berada di antara matahari dan bumi disebut konjungsi (ijtimak) yang dalam astronomi disebut sebagai kelahiran bulan (new moon).[5]
C.    Macam-macam Gerhana
1.      Gerhana Matahari
Gerhana matarhari merupakan fenomena alam, yaitu bulan menutupi matahari, karena bulan ada di antara bumi dan matahari. Hanya saja, karena bulan lebih kecil daripada bumi sehingga kerucut bayang-bayang inti bulan tidak dapat menutupi seluruh permukaan bumi yang saat itu menghadap matahari. Oleh karena itu, ketika terjadi gerhana matahari hanya sebagian permukaan bumi saja yang dapat menyaksikannya, yaitu daerah-daerah yang dilewati oleh kerucut bayangan inti bulan.[6]
Gerhana matahari dapat terjadi pada waktu bulan berkonjungsi tepat pada saat sekurang-kurangnya dekat simpul dan kejadiannya siang hari. Konjungsi, yaitu kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi ialah bagian yang sedang malam (gelap), sehingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya, apalagi kedudukan bulan bersama-sama dengan matahari sehingga langit terlalu terang bagi kita untuk dapat melihat benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri. Bagian permukaan bumi yang dijatuhi umbara (kerucut bayangan yang gelap) bulan berarti daerah tersebut sedang mengalami gerhana matahari total. Bagian ini berbentuk lingkaran dengan diameter terbesar 270 km.
Gerhana matahari dapat terjadi 2 sampai 3 kali dalam satu tahun, tetapi hanya dapat disaksikan dari beberapa tempat di permukaan bumi saja. Sedangkan gerhana bulan dapat terjadi 2 sampai 3 kali dalam setahun dan dapat disaksikan oleh seluruh penduduk bumi yang menghadap bulan. Sekalipun demikian, bisa saja tidak pernah terjadi gerhana bulan sama sekali dalam satu tahun.[7]
Daerah yang agak luas dikelilingi gerhana matahari total hanya dijatuhi penumbra (bayangan yang tidak terlalu gelap) bulan. Daerah ini hanya mengalami gerhana matahari partial (sebagian). Orang-orang di daerah ini melihat sebagian matahari terhalang bulan.
Selain kedua macam gerhana matahari tersebut, terdapat pula gerhana matahari cincin. Lintasan bumi maupun lintasan bulan berbentuk elips. Oleh karena itu, ada kemungkinan pada saat terjadi gerhana letak bumi dan bulan sedemikian rupa sehingga kerucut bayang-bayang inti bulan tidak mengenai bumi, kerucut bayang-bayang inti bulan lebih pendek dari pada jarak bumi-bulan.
 Orang dipermukaan bumi tepat di bawah kerucut umbra bulan, melihat matahari terhalang oleh bulan yang ukurannya lebih kecil tepat ditengah-tengah matahari sehingga matahari tampak berbentuk cincin. Daerah berbentuk lingkaran di sekeliling daerah gerhana cincin juga mengalami gerhana partial. Daerah gerhana partial bergaris tengah sekitar 10.000 km. Derah gerhana matahari partial di sekitar gerhana matahari cincin ternyata lebih luas dari pada daerah gerhana matahari total.[8]
Memperhatikan  piringan matahari yang tertupi oleh bulan pada gerhana matahari, maka gerhana matahari terbagi menjadi tiga macam, yaitu:[9]
a.       Gerhana matahari total, sempurna (Kully)
Gerhana ini manakala antara posisi bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi panjang dan dan dapat menyentuh permukaan bumi, serta bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus.
b.      Gerhana matahari Cincin (Halqiy)
Terjadi manakala posisi bulan dan bumi pada jarak yang jauh, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi pendek dan tidak dapat menyentuh permukaan bumi, serta bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus. Ketika itu diameter bulan lebih kecil daripada diameter matahari, sehingga ada bagian tepi piringan matahari yang masih terlihat dari bumi.
c.       Gerhana matahari sebagaian (ba’dliy)
Terjadi manakala posisi bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi panjang dan dapat menyentuh permukaan bumi,tetapi bumi, bulan dan matahri tidak berada pada satu garis lurus.
2.      Gerhana Bulan
Bulan adalah benda langit yang tidak mempunyai sinar. Cahayanya yang tampak dari bumi sebenarnya merupakan sinar matahari yang dipantulkan olehnya. Dari hari ke hari bentuk dan ukuran cahaya bulan itu berubah-ubah sesuai dengan posisi bulan terhadap matahari dan bumi.[10]
”A lunar eclipse occurs when the moon passes behind the earth such that the earth blocks the sun’s rays from striking the moon. This can occur only when the sun, earth, and moon are aligned exactly, or very closely so, with the earth in the middle. Hence, there is always a full moon the night of a lunar eclipse.”[11]
Gerhana bulan terjadi ketika bulan melewati belakang bumi sehingga bumi menghalangi sinar matahari yang mengenai bulan. Ini dapat menyebabkan matahari, bumi, dan bulan menjadi lurus tepat, atau berhadap-hadapan, dengan bumi yang berada di tengah. Oleh karena itu, hal ini mengakibatkan terjadinya gerhana bulan total.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik dimana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node  tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dan bumi.
Gerhana bulan terjadi hanya pada saat istiqbal, yaitu bujur astronominya berbeda 180° dengan bujur astronomi matahari. Sedangkan deklinasinya sama-sama 0°, atau mempunyai deklinasi yang hamper sama harga mutlaknya walaupun berlawanan tandanya. Didalam astronomi terjadinya gerhana bulan ini ditentukan bahwa jika bulan purnama ada dalam jarak 12° dari titik simpul, gerhana bulan pasti terjadi.[12]
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan ini dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.[13] 
“The shadow of the earth can be divided into two distinctive parts : The umbra and penumbra. Within the umbra, there is no direct solar radiation. However, as a result of the sun’s large angular size, solar illumination is only partially blocked in the outer portion of the earth’s shadow, which is given the name penumbra.”[14]
Bayangan yang dibentuk oleh bumi mempunyai dua bagian, yaitu : pertama bagian yang paling luar yang disebut dengan bayangan penumbra[15] atau bayangan semu (bayangan ini tidak perlu gelap) dan bagian dalam yang disebut dengan bayangan umbra atau bayangan inti.[16] Oleh karena itu bentuk lingkaran matahari lebih besar daripada lingkaran bumi sehingga bayangan umbra bumi membentuk kerucut sedangkan bentuk dari bayangan penumbra bumi berbentuk kerucut terpancung dengan puncaknya di bumi yang semakin jauh bayangan ini, semakin membesar sampai menghilang di luar angkasa.[17]


Dengan memperhatikan piringan bulan yang memasuki bayangan inti bumi, maka gerhana bulan ada dua macam, yaitu :
a.    Gerhana bulan total (kully) atau total lunar eclipse
Gerhana bulan total atau sempurna atau kully terjadi manakala posisi bumi, bulan, dan matahari pada satu garis lurus, sehingga seluruh piringan bulan berada di dalam bayangan inti bumi.
Gambar 2 : Gerhana bulan  totai

b.   Gerhana bulan sebagian (ba’dliy) atau partial lunar eclipse
Sedangkan gerhana bulan sebagian atau ba’dliy terjadi manakala posisi bumi, bulan, dan matahari tidak pada satu garis lurus, sehingga hanya sebagian piringan bulan saja yang memasuki bayangan inti bumi.
Gambar 3 : Gerhana bulan sebagian
D.    Hikmah Gerhana
Adapaun hikamah adanya gerhana adalah sebagai berikut:
1.      Keduanya merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. (QS. Fushilat: 37)
2.      Perhitungan waktu di bumi mengikuti perputaran matahari atau kita sebut kalender Masehi dan perhitungan waktu mengikuti perputaran bulan yang kita kenal dengan kalender Hijriyah. (QS. Yunus: 5)
3.      Memberi peringatan kepada manusia yang telah berbuat kerusakan.
4.      Kejadian Alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau kelahiran seseorang. Seperti sangkaan orang jahiliyah saat itu, mereka mengira bahwa terjadinya gerhana karena meninggalnya Ibrahim, anak Rasullah Saw. Hal ini telah dibutkan dalan hadits Bukhari dan Muslim.
5.      Perintah banyak berdoa disebutkan dalam hadits Aisyah
6.      Perintah shalat, seperti dijelaskan dalam hadits Abbas diatas bahwa Rasulullah melakukan shalat gerhana dengan panjang, satu rakaat lamanya setara dengan surat al Baqarah. Adapun tata cara shalat gerhana adalah dua rakaat dengan empat rukuk dan empat sujud sebagaimana dijelaskan dalam hadits Aisyah dan Ibnu Abbas. Baca kembali Shalat Gerhana.
7.      Perintah bersedekah sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah
8.      Hikmah pendidikan. Bahwa proses terjadinya gerhana bisa dibuktikan secara ilmiah. Bukan dogeng orang jahiliyah, seperti bulan dimakan naga dan yang lainnya.
E.     Penutup
Demikianlah makalah tentang Gerhana kami buat, dengan harapan semoga makalah ini bermanfa’at bagi kita semua.. Mengingat segala keterbatasan yang ada pada kami dalam punyusunan tugas ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik konstruktif selalu kami harapkan demi  kabaikan dan kesempurnaan materi dalam tugas ini. Wallahu A’lam Bis-showaab.


Daftar Pustaka

Azhari, Susiknan, Ensiklopedi Hisab Rukyat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Izzudin, Ahmad  , Fiqih Hisab Rukyah, Jakarta : Erlangga, 2007
_____________, Ilmu Falak Praktis, Semarang, Komala Grafika, 2006
Khazin, Muhyiddin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Pedoman Hisab Muhammadiyah, Yogyakarta: Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 2009
Nur Ahmad, Syamsul Hilal juz II, Kudus: Madrasah At Thulab Assalafi
Sinamora, Ilmu Falak (Kosmografi), Jakarta: C.V pedjuang Bangsa, 1985
http://en.wikipedia.org/wiki/lunar_eclipse, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:19:22 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/gerhana_bulan, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:25:56 WIB.
http://en.wikipedia.org/wiki/lunar_eclipse, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:19:22 WIB.




[1] Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004, Hlm. 187
[2] Ahmad  Izzudin, Fiqih Hisab Rukyah, Jakarta : Erlangga, 2007, hlm. 41
[3] Susiknan Azhari, Ensiklopedi Hisab Rukyat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008. Hlm. 71
[4]Menurut Saiyid Razvi dalam kalender Hijriyah yang disusun Al-Biruni disebutkan bahwa periode sinodis bulan rata-rata adalah 29.5305555 hari, terjadi selisih 0,0000333 hari setiap bulan. Selisih ini menurut Saiyid Samad Razvi tidak begitu berarti karena baru selama 2500 tahun akan selisih 1 hari antara Kalender Hijriyah yang disusun oleh Al-Biruni dan Kalener Hijriyah yang mendasar teori astronomi modern. 
[5]Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Pedoman Hisab Muhammadiyah, Yogyakarta, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 2009, hlm. 95-96.
[6] Muhyiddin Khazin, op.cit hlm. 195.

[7]Muhyiddin Khazin, op.cit, hlm. 187-188.
[9] Muhyidin Khazin, op.cit, Hlm.
[10]Ibid.  hlm. 135.
[11]http://en.wikipedia.org/wiki/lunar_eclipse, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:19:22 WIB.
[12] Nur Ahmad, Syamsul Hilal juz II, Kudus: Madrasah At Thulab Assalafi, Hlm. 37
[13]http://id.wikipedia.org/wiki/gerhana_bulan, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:25:56 WIB.
[14] http://en.wikipedia.org/wiki/lunar_eclipse, diakses pada hari sabtu, 22 Dzulqo’dah 1431 H, 30 Oktober 2010, pukul 10:19:22 WIB.
[15]Bayang-bayang semu di sekeliling umbra.
[16]Ini yang dinamakan umbra kerucut, karena bayangan gelap bulan atau bumi di belakang benda langit itu terhadap matahari. Dari dalam umbra kita sama sekali tidak dapat melihat matahari. 
[17]Ahmad Izzudin, Ilmu Falak Praktis, Semarang, Komala Grafika, 2006, hlm. 80.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar